Perlakuan Tepat Bagi Bayi yang Demam

Seorang bayi pasti memiliki sistem imun yang masih lemah. Karena sistem imun yang lemah tersebut, pada akhirnya bayi akan sering mengalami sakit. Salah satu penyakit yang paling sering diderita oleh seorang bayi itu adalah demam. Sebenarnya demam itu bisa dikatakan bukan penyakit juga, melainkan sebuah gejala dari adanya penyakit. Sehingga ketika bayi Anda mengalami demam, cobalah untuk lebih santai dan tidak terlalu panik. Kepanikan yang melanda itu justru menyebabkan Anda tak bisa melakukan apapun. Berikut ada beberapa langkah atau perlakuan paling tepat untuk bayi yang sedang mengalami demam. Pertama, tentu Anda harus berusaha untuk menurunkan suhu tubuh sang bayi.

Untuk menurunkan suhu tubuh, bisa menggunakan lap yang diperas menggunakan air dingin, atau juga bisa menggunakan kompresan instan yang tersedia di apotek. Kemudian langkah kedua, sering-seringlah memberikan ASI kepada bayi Anda. ASI merupakan minuman terbaik bagi bayi, terlebih jika bayi Anda masih berumur di bawah 6 bulan. Pasalnya pada umur segitu, ASI merupakan sumber minum dan makanan bagi bayi. Selain itu di dalam ASI juga terkandung zat-zat yang begitu penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari sang bayi. Sehingga penyakit ataupun gejala yang sedang diderita bisa segera menghilang. Langkah berikutnya, Anda harus berusaha untuk membuat sang bayi berada di tempat paling nyaman.

Tidak perlu mengatasi demam pada bayi.


Demam pada bayi seringkali menjadi perhatian para orang tua. Banyak orang tua yang segera membawa bayinya ke dokter https://www.airsoftshoppe.com/ saat demam. Padahal, demam pada bayi tidak selalu berbahaya dan bisa dikontrol sendiri di rumah.

Pada dasarnya demam merupakan tanda bahwa tubuh bayi sedang melawan suatu penyakit atau infeksi. Munculnya demam ini dianggap sebagai bukti bahwa sistem kekebalannya bekerja

dengan baik. Bayi bisa dikatakan demam jika suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celcius atau lebih.

Jangan panik tentang demam pada bayi


Yang harus diperhatikan jika bayi mengalami demam
Meski demam tidak selalu menandakan kondisi berbahaya pada bayi, ada beberapa tanda serius yang harus diwaspadai saat anak Anda demam, di antaranya:

Tidak apa-apa khawatir jika anak Anda demam, tetapi jangan lalai. Agar lebih tenang dalam menghadapi situasi ini dan juga agar benar dalam langkah-langkah penanganan yang diambil, mari kita simak dulu fakta penting tentang demam pada bayi berikut ini.

Bayi dikatakan mengalami demam saat suhu tubuhnya mencapai 38 derajat Celcius atau lebih tinggi. Meski tubuhnya hangat saat disentuh dan kulitnya tampak merah, anak Anda tidak akan demam jika termometer menunjukkan angka di bawah 38 derajat Celcius.

Fakta Seputar Demam pada Bayi yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Fakta Penting Tentang Demam pada Bayi
Ada 5 fakta kunci yang harus diketahui ibu tentang demam pada bayi. Berikut lima fakta dan penjelasannya:

  1. Pengukuran suhu tubuh melalui anus lebih akurat.
    Anda mungkin enggan melakukannya. Padahal, anus adalah cara paling akurat untuk mengukur suhu tubuh anak Anda. Pengukuran ketiak, dahi, atau bahkan telinga tidak seakurat yang diambil dari anus. Jenis termometer yang direkomendasikan adalah termometer digital.

Saat mengukur suhu bayi, pastikan untuk mencuci termometer dengan baik sebelum digunakan. Olesi termometer dengan petroleum jelly, lalu masukkan termometer sekitar 1 inci ke dalam anus dan diamkan selama 2 menit hingga termometer berbunyi bip. Kemudian lepaskan termometer secara perlahan.

Jika salah satu gejala di atas disertai dengan demam pada bayi, terutama bayi di bawah 3 bulan, segera temui dokter untuk penanganan yang tepat. Dokternya mungkin memerlukan tes darah atau urine untuk menentukan apakah dia mengalami infeksi serius, seperti meningitis atau pneumonia.

Bayi yang berusia lebih dari 3 bulan dapat dibawa ke dokter jika demam tidak kunjung hilang atau memburuk dalam waktu 24 jam, atau jika tampak sangat lemah karena tidak mau makan atau minum.

Ketika sakit, bayi pasti akan lebih rewel dari biasanya, bahkan akan menghabiskan waktu hanya untuk menangis. Hal tersebut dikarenakan sang bayi merasa tidak nyaman atas apa yang sedang terjadi di dalam tubuhnya. Untuk itulah sebagai orang tua, Anda harus bisa membuat sang bayi itu nyaman. Contohnya jika dia tak suka dengan ruangan yang sumuk, buatlah sirkulasi udara dalam ruangan bayi menjadi lebih sejuk. Nah jika dalam beberapa hari demam itu tak kunjung ada perubahan atau tak ada penurunan, barulah Anda bisa membawa ke dokter. Pasalnya hal tersebut bisa saja menjadi sebuah indikasi dari sebuah penyakit yang ada dalam tubuh bayi.